SEKOLAH MITRA BERPERAN PENTING DALAM PPG

Guru harus memiliki empat kompetensi, yaitu kemampuan profesional, sosial, pedagogik dan integritas. Harapannya keempat kompetensi ini dapat diberikan pada mahasiswa yang sedang menempuh PPG secara integratif untuk memenuhi salah satu persyaratannya.

Demikian dikatakan Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd dalam sosialisasi pedoman PPL PPG SM3T Angkatan V di Auditorium UNY, (31/7). Rektor berkeinginan agar pelaksanaan PPL di sekolah dapat dilaksanakan dengan baik. “Kegiatan ini juga membutuhkan kreativitas di lapangan,” kata Sutrisna Wibawa “Kembangkan pula inovasi para mahasiswa yang sedang PPL”. Diungkapkan pula bahwa membimbing PPL guru SM3T berbeda dengan membimbing PPL mahasiswa Prodi S-1 karena guru SM3T telah mempunyai pengalaman mengajar di daerah terpencil selama setahun dengan segala suka dukanya.

Menurut Wakil Ketua LPPM UNY Prof. Dr. Suwarna, M.Pd kegiatan Praktik Pengalaman  Lapangan (PPL) PPG SM3T UNY diikuti oleh 364 mahasiswa dari 20 program studi yang disebar pada 42 sekolah mitra. “Calon dosen pembimbing lapangan berjumlah 146 orang dan guru pamong berjumlah 168 orang” kata Suwarna. Dikatakannya bahwa menurut penelitian di Auckland guru juga merupakan faktor penentu prestasi siswa di sekolah yaitu sebesar 30%, sedangkan faktor sekolah, rumah dan lingkungan masing-masing menyumbang 7%. Faktor yang paling utama adalah karakter siswa yang menyumbang 49%.

Para guru SM3T tersebut akan mengikuti PPL selama satu semester termasuk kegiatan action research. PPL dalam program PPG SM3T akan memberikan pengalaman nyata dan kontekstual pada peserta untuk menerapkan sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan keempat kompetensi secara utuh. Untuk dapat mewujudkan hakikat tersebut terdapat tiga kegiatan pokok dalam implementasi PPL PPG SM3T yaitu praktik mengajar, praktik persekolahan dan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk memamtapkan kemampuan profesional guru, memahami karakteristik peserta didik dalam rangka memotivasi belajarnya serta mendalami kegiatan non mengajar seperti admisitrasi sekolah, kultur, pramuka, kegiatan ekstra kurikuler serta layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik. (dedy)